A.Sebelum Mendapatkan Kerasulan
Pada zaman sebelum Muhammad menyebarkan agama Islam kawasan Arab adalah kawasan jahiliah, dengan masyarakat yang masih berada dalam kebodohan. Dalam bidang agama , masyarakat Arab jahiliah sudah menyimpang dari ajaran Tauhid.Umumnya mereka beragama watsani atau agama penyembah berhala. Berhala-berhala tersebutmereka letakkan di Ka’bah yang jumlahnya lebih dari 300. Berhala yang terkenal yaitu: Ma’abi,Hubal, Khuza’ah, Lata, Uzza, dan Manat
moral masyarakat Arab jahiliah menempuh cara yang sesat, yaitu:
•Memiliki kebiasaan yang buruk seperti berjudi,
meminum minuman keras, mencuri, dan berzina
• menjadikan kabilah yang kalah perang sebagai
budak.
•Menempatkan perempuan pada kedudukan rendah
1. Pengangkatan nabi Muhamad SAW sebagai rasul
pengangkatan muhamad sebagai rasul terjadi pada 17 Ramadhan sebelum hijrah (610 M). Pada saat itu malaikat Jibril datang untuk menyampaikan wahyu yang pertama, yakni Al-qur’an surah Al-Alaq, 96: 1-5.
Setelah itu, turun pula ayat Al-muddasir: 1-7 yang berisikan perintah agar nabi muhamad menyiarkan agama islam kepada umat islam.
setelah itu, berangsur-angsur surah turun wahyu berupa Al-qur’an 427 6 ayat, sebanyak 89 ayat. Surah yang diturun periode mekah disebut makiyyah.
2. Ajaran islam periode mekkah
a. Keesaan Allah SWT
• Islam mengajarkan pemelihara dan pencipta alam semesta adalah Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, Maha memberi pertolongan, Maha yang tunggal, serta tidak
• ada yang menyamai-Nya (Qs Al-Ikhlas 112: 1-4 )
• umat manusia harus beribadah dan menghambakan-Nya, dan tidak boleh berbuat syirik, karena perbuatan itu merupakan dosa besar dan haram. (Qs An-Nisa, 4:48)
b. Hari Kiamat sebagai hari pembalasan
•
Islam mengajarkan bahwa setiap manusia akan
• mengalami kematian, dan bukanlah merupakan akhir dari kehidupan, karena masih ada kehidupan didalam alam kubur dan alam akhirat. Serta balasan kepada manusia terhadap amal perbuatannya selama hidup di dunia. (Qs Al-Qori’ah, 101: 1-11)
c. Kesucian jiwa
Islam menganjurkan untuk menjaga kesucian jiwa dan melarang mengotorinya. Manusia mengotori jiwa apabila ia durhaka terhadap Allah SWT dan berbuat banyak dosa. (Qs Al-Syams, 91: 9-10)
d. Persaudraan dan persatuan
Islam mengajarkan bahwa orang islam adalah bersaudara. Mereka dituntut untuk untuk mencintai dan menyanyangi dibawah naungan illahi. Rasullah bersabda “Tidak dianggap beriman seorang muslim diantara kamu, sehingga ia mencintai saudaranya, seperti mencintai dirinya,” (H.R. Bukhari, Ahmad, Muslim, dan Nasa’i).
B. Strategi Dakwah Rasullah SAW Periode Mekkah
a. Dakwah secara sembunyi-sembuyi
Awalnya Rasullah SAW berpikir masyarakat jahilia tidak akan mudah meninggalkan warisan leluhur mereka, bahkan mereka rela berperang demi mempertahankannya. Dakwahnya ini dimulai dari rumah tangganya, yakni istri, saudaranya, dan sahabat-sahabatnya. Abu Bakar Ash-shidiq, seorang saudagar kaya yang dihormati dan disegani berhasil mengajak teman-temannya masuk islam, yakni:
Abdul amar dari Bani Zuhrah, digannti namanya
Abdurahman bin Auf.
Abu Ubaidah bin Jarrah dari bani Haris
Utsman bin affan
Zubair bin awam
Sa’ad bin abu waqqas
Thallah bin ubaidillah
Beberapa orang ini disebut Assabiqunal Awwallun (pemeluk islam generasi awal
2. Dakwah Secara Terang-terangan
Dakwah secara terang-terangan ini dimulai sejak tahun ke-4 kenabian, setelah turunnya wahyu dari allah SWT. Wahyu tersebut berupa Al-Qur’an surah 26: 214-216.
Tahap-tahap dakwah rasulullah SAW, Yakni:
a. Rasulullah mengundang keturunan Bani Hasyim untuk makan malam dengan maksud mengajak mereka masuk islam. Namun hati mereka belum terbuka, tetapi dari mereka ada 3 orang yang masuk islam, yakni Ali bin Abu Tholib, Ja’far bin Abu Tholib, dan Zaid bin Haritsa.
b. Rasulullah mengumpulkan penduduk mekkah yang ada di sekitar ka’bah untuk berkumpul di bukit shafa. Rasulullah memberi peringatan agar meninggalkan kebiasaan menyembah berhala dan menghambakan diri kepada allah SWT, siapa yang menghambakan diri akan mendapat ridho Allah SWT. Namun yang didapatkan rasulullah adalah ejekan dan penolakan apalagi dari Abu Lahab. Kemudian ejekan Abu Lahab di balas dan turun lah surah Al-Lahab, 111: 1-5 yang berisi kutukan Allah kepada Abu Lahab.
c. Sejarah mencatat bahwa penduduk luar kota Mekkah yang masuk islam antara lain :
a. Abu Zar Al-Giffari, seorang tokoh dari kaum giffar, yang bertempat tinggal disebelah barat laut mekkah atau tidak jauh dari laut merah.
b. Tufail bin Amr Ad-dausi, seorang penyair terpandang dari kaum daus, yang bertempat tinggal di wilayah barat kota mekkah.
c. Dakwah Rasullah SAW terhadap Yatsrib, yang datang ke mekkah untuk berziarah berhasil dengan baik, bergelombang menyatakan masuk islam dihadapan Rasulullah . Memberikan Baitul aqabah yang berisikan bahwa umat islam yatsrib akan melindungi dan membela Rasulullah SAW.
3. Reaksi kaum kafir Quraisy terhadap dakwah Rasulullah SAW
Prof. Dr. A. Shalaby dalam bukunya telah menjelaskan mengapa kaum Quraisy menentang dakwah Rasulullah SAW, yakni:
a. Rasulullah mengatakan persamaan derjat dan hak, yang membedakannya adalah ketakwaannya kepada Allah SWT. Orang miskin yang bertakwa lebih mulia dari para orang kaya yang durhaka (Surah Ai-Hujurat, 49:13). Kaum Quraisy menolak, karena mereka masih ingin mempertahankan perbudakan.
b. Islam mengajarkan bahwa ada kehidupan sesudah mati, dan akan ada balasan akan amal perbuatannya selama hidup di dunia. Kaum Quraisy melarang keras ajaran ini, karena mereka takut akan azab kubur dan azab neraka.
c. Kaum Quraisy masih ingin mempertahankan warisan dari nenek mayong mereka dan menolak agama islam ( Surah Al-Ma’idah, 5: 104).
d. Usaha-usaha kaum Quraisy menolak agama islam, yakni:
menyiksa para budak yang masuk islam, budak-budak yang disiksa adalah Bilal, Amr bin fuhairah, Ummu Ubais an-nahdiyah dan anak al-Muammil dan Az-Zanirah disiksa diluar batas kemanusian. Abu Bakar Ash-Shidiq r.a memberikan tebusan untuk kebebesan mereka.
kaum Quraisy diharuskan menyiksa keluarga yang masuk islam agar meninggalkan agama islam.
Nabi Muhammad dilempari dengan kotoran oleh istri abu lahab dan perut kambing oleh Abu jahal.
kaum Quraisy menyuruh paman Rasulullah agar Rasulullah menghentikan dakwahnya.Rasulullah bersabda: “Wahai pamanku demi Allah, biarpun mereka meletakkan matahari ditangan kananku, dan meletakkan bulan ditangan kiriku, aku tidak akan menghentikan dakwah agama Allah ini, hingga aku menang atau binasa karenanya.”
Kaum kafir Quraisy memberikan usul untuk mencapur adukkan akidah agama islam dan akidah agama watsani. Namun, Rasulullah menolaknya (Q.S Al-Kafirun, 109 1-6)
Pada tahun ke-10 dari kenabian-Nya, Abu Thalib meninggal pada umur 87 tahun dan khadijah istri Rasulullah meninggal pada umur 65 tahun, tahun ini disebut ‘amul huzni (tahun duka cita).
Wafat paman dan istri Rasulullah, menyebabkan Abu Lahab memusuhi Rasulullah dengan kuat. Namun, Bani Hasyim, kaum Naufal, dan umat islam Yatsrib menyatakan untuk melindungi Rasulullah.
create by : ZULFITRI :)








0 komentar:
Posting Komentar